Jumat, 01 Agustus 2008

Menjadi PR Berkualitas

PR = SDM UNGGUL

Sumber Daya Manusia yang Unggul adalah sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam kehidupan ini sangat dibutuhkan SDM yang unggul, pengertian unggul di sini bukan hanya terpatok pada kemampuan intelegensinya akan tetapi juga diperkuat oleh unsur pengendalian emosi dan nilai-nilai spiritual. Seorang pribadi yang unggul dimulai dengan pola pikirnya yang berkualitas. Ia memiliki visi, misi, isi, aksi dan melakukan evaluasi. Dalam profesi public relation, SDM yang unggul merupakan modal awal yang sangat peting untuk menjadi PR yang berkualitas.
Selain yang telah disebutkan di poin pertama mengenai ulasan menjadi public relation yang berkualitas, maka yang perlu oleh seorang PR adalah jiwa kepemimpinan. Dalam sebuah organisasi, lembaga atau perusahaan PR dapat diartikan fungsi manajemen yang mengelola komunikasi dalam rangka menjembatani kepentingan organisasi dengan kepentingan beragam publik untuk mencapai tujuan pengertian bersama (mutual understanding), meningkatkan pemahaman, membangun ketertarikan, dan menumbuhkan simpati publik Oleh karena itu kemampuan mengatur,mempengaruhi dan mengelolala diri sendiri serta orang lain juga harus dimiliki oleh seorang PR. Karena pada kenyataannya, profesi PR memang sangatlah kompleks.
Kemampuan memimpin atau leadership sangat dibutuhkan untuk menjadi PR yang berkualitas.

LEADERSHIP
L : Layanan yang memuaskan
E : Etika yang baik dalam sikap, gaya dan komunikasi
A : Anggun dalam berpenampilan
D : Dedikasi yang tinggi terhadap lembaga/organisasi yang diwakilinya
E : Emotional Quotiens yang kuat
R : Ramah dan Rapi
S : Spiritual yang tinggi
H : Hubungan yang baik dengan publik
I : Ide kreatif
P : Pemimpin yang berkualitas
Modal awal apakah yang harus dimiliki oleh seorang PR?
Untuk menjadi seorang PR, kita harus memiliki beberapa kemampuan dasar. Sebagaimana diketahui bahwa PR citraan dari lembaga yang diwakilinya sehingga mampu memeberikan trust/ kepeecayaan kepada publik, maka seorang PR yang berkualitas juga harus memiliki Integrity. Hal ini dimungkinkan untuk memperkuat keberadaan dari PR itu sendiri. Oleh karena itu PR harus menguasai IPTEK.

IPTEK

Ilmu tentang PR dan teknologi
Planning dan rencana kerja yang jelas
Tahu product knowledge
Evaluatif
Kritis


Modal awal yang harus dimiliki oleh seorang PR antar lain adalah :
Memiliki pengetahuan tentang teori publik relation. Sehingga ia tahu betul mengenai seluk beluk dunia ke-PR-an, hal tersebut diharapkan agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai peran dari PR itu sendiri. Selain itu ia juga memiliki penegtahuan tentang teknologi. Tentu saja, seorang PR harus jauh dari kata GAPTEK. Karena seorang PR adalah seorang yang penuh inovasi, kreatif dan mengikuti perkembangan teknologi. Jika sudah ada email, kenapa hapa harus dengan Fax?. Semua tentunya teap dalam koridor efektif dan efisien.
Memiliki planning atau perencanaan kerja. Seorang PR tentunya memiliki program-program kerja untuk menunjang keberhasilan dari visi dan misi lembaga atau perusahaan yang diwakilinya. Hal tersebut harus dibuat perancangan terlebih dahulu.
Tahu Product Knowledge. Sangat menggelikan jika kita sebagai seorang PR dari perusahaan tertentu tidak banyak tahu tentang produk atau jasa yang kita tawarkan pada publik. Oleh karena itu seorang PR harus memiliki pengatuhaun tentang priduct knowledge secara mendetail. Karena pada dasarnya salah satu peran PR adalah menjual dan mempromosikan suatu barang atau jasa dari perusahaan yang diwakilinya. Dalah hal ini PR juga berperan sebgai seorang marketing.
Memiliki kemampuan mengeavaluasi dari segala bentuk proses dan hasil dari setiap peristiwa atau pekerjaan. Ia juga harus berpikir untuk hasil yang lebih di kemudian hari. Kemampuan menganalisa sangan dibutuhkan dalam hal ini.
Seorang PR juga harus krtitis terhadap suatu issue. Sebab seorang PR merupakan ujung tombak dari sebuah lembaga atau perusahaan yang diwakilinya. Itu artinya, setiap kejadian dalam perusahaan tersebut PR lah orang pertama yang harus tahu.
Dari uraian di atas, jelaslah bahwa seorang PR tidak hanya sebuah hiasan yang mampu beramah-tamah, tersenyum manis, berkomunikasi yang baik, memiliki sikap dan gaya penampilan yang menarik, akan tetapi seorang PR harus memiliki kualitas, yang antara lain juga didukung oleh kemampuan LEADERHIP dan penguasaan IPTEK.
tulisan ini hanya sebagian kecil dari aspek yang harus dimiliki oleh seorang PR...

akhirnya..

Wuihh…
Akhirnya hari ini ujian di skul kepribadian terlewati juga, udah semalem ngerjain tugasnya dari jam 3 pagi sampe mata pada berair semua hiks…
Tapi, alhamdulilllah semua lancar meski telat juga sih masuk skulnya..
Lumayan menyenangkan aku skul di Kapilawastu ( nama skul kepribadian di kotaku), yah setidaknya aku dapat kemantapan diri, tambah komunitas baru, tambah PEDE, tambah apa aja deh..,
Apa aja sih yang aku pelajari di skul kepribadian seperti itu?
Aku ngambil program Public Relation, jadi ilmu yang aku dapet adalah:

  1. About PR, siapa…apa…and fungsinya gtu..
  2. Etika menjadi seorang PR, dari performance,gaya bicara, penampilan, citra diri
  3. Ilmu yang harus dikuasai oleh seorang PR, seperti membuat press release, banner, berkomunikasi dengan publik

dan muasih banyak yang lain, ini hal yang baru buatku...

yah setidaknya ada hal-hal positif yang aku dapat dari skul kepribadian ini...

Kamis, 31 Juli 2008

Problem Solver,It's YOU??

Hampir setiap hari manusia selalu memiliki permasalahan. Baik itu dalam kadar yang kecil maupun besar. Dan setiap manusia juga memiliki kemampuan untuk membantu memecahkan masalah, dalam hal ini sebagai problem solver. Sebagai problem solver, setiap orang hendaknya dituntut untuk mampu mengenal kepribadian orang yang sedang memiliki permasalahan. Dengan mengetahui bagaimana kepribadian seseorang tersebut, seorang problem solver akan lebih mudah mengambil langkah pendekatan seperti apa yang harus dilakukannya agar mampu memberikan sentuhan yang mampu membantu seseorang memecahkan masalah. Setelah langkah awal tersebut dikuasai, seorang problem solver hendaknya tidak memberikan solusi yang sudah jadi, artinya permasalahan X hanya bisa di atasi dengan solusi Y saja. Akan tetapi seorang problem solver harus mampu memberikan penjabaran beberapa opsi penyesaian masalah. Misalnya permasalahan X, diberikan opsi dengan penyelesaian Y1, Y2, Y3, dan seterusnya. Dengan memberikan kewenangan sepenuhnya kepada pemilik masalah untuk memutuskan solusi mana yang harus diambil dengan sistem pointer frekuensi positif dan negatif.

Masalah

↓

Organization Chart

Dan yang terpenting seorang problem solver juga harus bisa membantu memberikan solusi yang mampu menyejukkan jiwa


Menjadi Pribadi yang Simpatik

Pas_photoqu_1 Mengintip salah satu iklan di televisi “ Kesan pertama begitu menggoda,selanjutnya terserah anda”, demikianlah bunyi iklan yang menunjukkan bahwa penampilan kita menjadi sesuatu yang penting ketika melakukan interaksi dengan seseorang. Dengan penampilan yang menarik, tentunya akan banyak orang yang menaruh perhatian kepada kita. Akan tetapi, jangan terjebak pada kata” menarik” yang seringkali berorientasi pada fisik semata, tetapi menarik dalam artian yang lebih luas, yakni yang mampu merebut simpati orang lain.

Sayangnya, akhir-akhir ini penampilan yang menarik seringkali menjadi suatu komoditi untuk menjebak orang lain. Para penjahat modern tak lagi memiliki identitas sebagai seseorang yang bermuka seram, berpakaian compang-camping, menutup muka,dan lain-lain, akan tetapi mereka justru beralih jalur menjadi seorang penjahat yang rapi, berdasi, dengan tujuan mampu memperdayai sasarannya.Karena itulah menarik secara fisik tidak dapat dijadikan jaminan bahwa orang itu juga memiliki kepribadian yang menarik pula.

Bagi seseorang yang terbiasa menjalin interaksi dengan orang lain terutama dalam dunia kerja tentunya harus memiliki kiat-kiat khusus untuk bisa dan mampu menjadi seseorang yang diadakan dalam lingkungannya, terutama bagi para karyawan yang memiliki kebutuhan untuk menghargai dan menghormati atasan dan teman sekerja.

Sejumlah kriteria tentang pribadi yang menarik, khususnya dalam dunia kerja itulah yang akhirnya dipaparkan oleh Soejitno Irmim dan Abdul Rochim dalam bukunya yang berjudul Penampilan Pribadi Yang Simpatik.

Buku ini secara sederhana mengulas hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana berpenampilan simpatik sehingga bisa disenangi atasan dan teman sekerja, seperti bertutur kata halus dan sopan,menghargai atasan dan rekan sekerja, suka membantu orang lain, mau mengerti kesulitan atasan, bisa menempatkan diri, selalu menampakkan wajah ceria dan murah senyum, tidak segan meminta maaf, mudah memberi maaf, mudah menyesuaikan diri, mampu menterjemahkan keinginan atasan,mudah diajak kerjasama, suka mengakui kelebihan orang lain, suka memberikan ide dan saran kepada atasan, memiliki loyalitas yang tinggi, dan yang terakhir adalah tidak suka membuat konflik.

Untuk memperkuat gagasan, penulis menyertakan beberapa dalil seperti hadist, contoh tingkah laku Nabi Muhammad, serta pesan dari beberapa tokoh seperti Ibu Teresa, Henry Ward Beecher,AA GYM,dll. Mereka adalah beberapa tokoh yang memiliki sifat “menarik” sehingga banyak dikagumi orang banyak.Contohnya ketika penulis mengulas masalah tentang salah satu ciri orang yang berpenampilan menarik yakni memperhatikan kualitas ucapan, dalam buku ini penulis menyertakan ucapan AA GYM, bahwa lidah seseorang dapat menyelamatkan dan membahayakan dirinya, dan masih banyak contoh yang lain,yang tentunya oleh penulis dikemas semenarik mungkin.

Diksi yang digunakan oleh penulis dalam menyampaikan gagasannya sangat mudah dipahami, tidak memerlukan pemikiran yang berliku – liku. Sebagai bacaan ringan, buku ini telah mampu menggugah hati para pembaca yang selama ini mungkin penampilan pribadi yang simpatik itu tidak terlalu dikedepankan. Menjadi pribadi yang simpatik sangat memberikan keuntungan bagi kita, terutama dalam dunia kerja misalnya mau mengerti kesulitan atasan, agar dapat dicintai. Sayangnya, tidak semua karyawan tahu bagaimana caranya.

Mengintip salah satu iklan di telavisi “ Kesan pertama begitu menggoda,selanjutnya terserah anda”, demikianlah bunyi iklan yang menunjukkan bahwa penampilan kita menjadi sesuatu yang penting ketika melakukan interaksi dengan seseorang. Dengan penampilan yang menarik, tentunya akan banyak orang yang menaruh perhatian kepada kita. Akan tetapi, jangan terjebak pada kata” menarik” yang seringkali berorientasi pada fisik semata, tetapi menarik dalam artian yang lebih luas, yakni yang mampu merebut simpati orang lain.

Sayangnya, akhir-akhir ini penampilan yang menarik seringkali menjadi suatu komoditi untuk menjebak orang lain. Para penjahat modern tak lagi memiliki identitas sebagai seseorang yang bermuka seram, berpakaian compang-camping, menutup muka,dan lain-lain, akan tetapi mereka justru beralih jalur menjadi seorang penjahat yang rapi, berdasi, dengan tujuan mampu memperdayai sasarannya.Karena itulah menarik secara fisik tidak dapat dijadikan jaminan bahwa orang itu juga memiliki kepribadian yang menarik pula.

Bagi seseorang yang terbiasa menjalin interaksi dengan orang lain terutama dalam dunia kerja tentunya harus memiliki kiat-kiat khusus untuk bisa dan mampu menjadi seseorang yang diadakan dalam lingkungannya, terutama bagi para karyawan yang memiliki kebutuhan untuk menghargai dan menghormati atasan dan teman sekerja.

Sejumlah kriteria tentang pribadi yang menarik, khususnya dalam dunia kerja itulah yang akhirnya dipaparkan oleh Soejitno Irmim dan Abdul Rochim dalam bukunya yang berjudul Penampilan Pribadi Yang Simpatik.

Buku ini secara sederhana mengulas hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana berpenampilan simpatik sehingga bisa disenangi atasan dan teman sekerja, seperti bertutur kata halus dan sopan,menghargai atasan dan rekan sekerja, suka membantu orang lain, mau mengerti kesulitan atasan, bisa menempatkan diri, selalu menampakkan wajah ceria dan murah senyum, tidak segan meminta maaf, mudah memberi maaf, mudah menyesuaikan diri, mampu menterjemahkan keinginan atasan,mudah diajak kerjasama, suka mengakui kelebihan orang lain, suka memberikan ide dan saran kepada atasan, memiliki loyalitas yang tinggi, dan yang terakhir adalah tidak suka membuat konflik.

Untuk memperkuat gagasan, penulis menyertakan beberapa dalil seperti hadist, contoh tingkah laku Nabi Muhammad, serta pesan dari beberapa tokoh seperti Ibu Teresa, Henry Ward Beecher,AA GYM,dll. Mereka adalah beberapa tokoh yang memiliki sifat “menarik” sehingga banyak dikagumi orang banyak.Contohnya ketika penulis mengulas masalah tentang salah satu ciri orang yang berpenampilan menarik yakni memperhatikan kualitas ucapan, dalam buku ini penulis menyertakan ucapan AA GYM, bahwa lidah seseorang dapat menyelamatkan dan membahayakan dirinya, dan masih banyak contoh yang lain,yang tentunya oleh penulis dikemas semenarik mungkin.

Diksi yang digunakan oleh penulis dalam menyampaikan gagasannya sangat mudah dipahami, tidak memerlukan pemikiran yang berliku – liku. Sebagai bacaan ringan, buku ini telah mampu menggugah hati para pembaca yang selama ini mungkin penampilan pribadi yang simpatik itu tidak terlalu dikedepankan. Menjadi pribadi yang simpatik sangat memberikan keuntungan bagi kita, terutama dalam dunia kerja misalnya mau mengerti kesulitan atasan, agar dapat dicintai. Sayangnya, tidak semua karyawan tahu bagaimana caranya.

Malaikat kecil dan puisi

KADO KECIL

Kado kecil ini memang untukmu

Kubeli di outlet murahan

Dengan setumpuk recehan

Yang kukumpulkan,bertaruh puasa sebulan

Inilah yang kujanjikan

Kado kecil di hari penuh sayang
Begitu kan kata orang?

Aku hanya mengikut saja

Karena memang benar kamu yang kusayang



LAGU RINDU

Awan menghitam

Jiwaku turut kelam

Puluhan lelayang

Bangkitkan rinduku terdalam

Hanya ada gambarmu disini

Dan selembar sajak yang tak mampu kumengerti

Aku diam, mengangguk

Kutelan kalimatmu

“Aku Pasti Kembali”



MALAIKAT KECIL & PUISI

Malaikat Kecilku

Datanglah di mimpiku

Seperti malam-malam lalu

Bertemankan angin hangat

Puisi…

Itulah dirimu

Indah untuk kunyanyikan

Menyayat untuk kulantunkan

Malaikat kecilku

Datanglah dimimpiku

Bersama puisi,

menyetiaiku

Setia Vs Luka

Malam itu langit kembali mengguyurkan keringatnya, mungkin karena lelah bekerja seharian penuh. Ia nampak muram, temannya yang bernama bulan dan bintang pun enggan mengajaknya menari, daun-daun bercengkerama dengan katak malam, mereka saling membisikkan sesuatu.

Hujan belum juga mereda, ketika Siti Mariyah, gadis desa yang menikah sebulan yang lalu dengan seorang pengusaha muda mulai terkantuk –kantuk sambil memijit punggung suaminya yang baru saja pulang kerja.

“ Dik, kalau kamu ngantuk mendingan kamu tidur dulu?”

“ Oh, e e enggak mas, aku masih kuat kok mijitin mas Budi sampai pagi.”

“ sst ( sambil membalikkan badan), jangan dipaksa, entar kamu malah sakit, trus besok nggak ada yang buatin aku sarapan.”

“ mas Budi tenang saja, itu sudah jadi kewajiban aku sebagi seorang istri.”

“ Dik, kamu terlalu baik buat aku, tidak salah aku mengawinimu.”

“ Justru aku yang bersyukur karena mendapat suami seperti mas.”

Kemesraan itupun tak terhenti hingga pagi tiba.

Adalah keberuntungan bagi Siti, begitu suaminya menyebut namanya, karena menikah dengan Budi. Seorang pemuda dari

kota

yang berpawakan bagus, tampan, sudah bekerja di sebuah bank pemerintah, dan dari keluarga baik-baik. Siti adalah gadis desa lulusan sekolah menengah. Mereka dijodohkan oleh orang tua mereka lewat saudaranya Budi. Setelah bertemu ternyata keduanya memang sama-sama cocok, akhirnya keputusan untuk menikahpun dilaksanakan sebulan setelah perkenalan itu.

Memang terlihat singkat, namun keduanya selalu saja berusaha untuk mengenal lebih dekat, Budi seorang pemuda yang tampan pun harus berkorban meninggalkan Rina, pacarnya sebelum kenal dengan Siti. Budi melihat bahwa perempuan seperti Sitilah yang bisa dijadikan sebagai pendamping hidup, bisa mengatur anak, sekaligus melayani dirinya.

Setelah menikah mereka memutuskan untuk hidup pisah dengan orang tua mereka, Budi telah mengontrak sebuah rumah sederhana di pinggir

kota

, yang dekat dengan tempat kerjanya. Dengan penuh bijaksana Siti selalu melayani suaminya yang baik itu, ia tidak pernah mencampuri urusan suaminya, ia sangat percaya pada suaminya.

Demikian juga dengan Budi yang selalu menyayangi istrinya, baginya hanya Sitilah orang yang patut dihargai. Ia selalu memberikan keleluasaan bagi Siti untuk melakukan apa saja yang disukai, asalkan itu bisa membahagiakannya. Hubungan mereka begitu harmonis, Budi tidak pernah telat pulang, dan Siti selau siap menyambut suaminya pulang, dengan berdandan tipis, dan menyiapkan makanan untuk suaminya. Tetangga mereka pun banyak yang iri melihat kebahagiaan mereka.

“Aku sangat mencintai suamiku.” Begitu kata Siti di sebuah pertemuan reuni SMU. “Dia sangant baik, pengertian dan romantis.”

“ eh, Sit, kamu itu beruntung sekali ya dapat suami yang begitu tampan, baik dan kaya, tidak seperti pacarku, yang sukanya mabuk-mabukan, main perempuan, ih kapan ya aku bisa putus sama dia, kalau kamu ketemu dengan orang yang seperti suamimu, tolong dong, aku dikenalin.” Kata Dewi, sahabat karibnya saat sekolah di SMU itu.”

“ Iya ,ya, gimana sih kamu bisa kenal dia, kok kayak kejatuhan bulan aja, padahal kamu

kan

orangnya kuper, nggak pernah gaul, eh tiba-tiba aja ada yang nglamar, seperti itu lagi.” Timpal yuni, teman sekelasnya juga.

Begitulah, kebahagiaan mereka sepertinya tidak akan berakhir. Yang ada hanya damai, senyum, dan keceriaan

“ Siti begitu membuat aku yakin bahwa kebahagiaan kami akan abadi, meskipun dia hanya sebagai ibu rumah tangga, tapi dia seorang istri yang pintar dalam mengatur uang, aku bangga memilikinya.” Demikian kata Budi ketika ia bertemu kakaknya di sebuah restoran saat ia makan siang.”

“ Syukurlah jika seperti itu keadaanmu, aku ikut senang. Aku rasa kamu sudah cukup menikmati masa mudamu dengan memiliki banyak pacar, tapi aku harap yang ini jangan kau sia-siakan.”. kata kakanya.

***

Gaunnya berwarna merah muda, tipis memang, setiap mata yang melihat dapat dipastikan mengagumi keindahan tubuhnya yang sangat ideal. Kakinya yang beralaskan sepatu perak dengan hak tinggi itu melangkah dengan cepat dan mantap, cara ia berjalan menunjukkan bahwa dia memiliki status yang tinggi. Tak lama kemudian ia telah memasuki ‘roxy” cafĂ©, sebuah tempat hiburan kaum exekutif muda untuk melepaskan lelah karena sibuk bekerja. Dag, dig, dug suara musik malam itu benar-benar telah menghanyutkan puluhan orang dalam pelarian yang tak berujung, mereka semua lepas dari masalah-masalah yang biasanya menggeluti.

Tangannya memegang sebuah gelas berukuran kecil. Matanya tak henti-hentinya berekelana ke segala arah. Yang tampak hanya beberapa pasangan yang sudah terbang menuju dunia lain. Raut mukanya yang tadi selalu dipenuhi senyuman lebar kini mulai mengendur, muram.

Sudah 2 jam ia duduk disitu, seseorang yang ia tunggu belum muncul juga. Tangan dengan jarinya yang lentik kemudian mengambil handphone dari sakunya, ia memencet sepuluh digit angka yang sudah dua bulan ini sangat ia hafal.

“ Uh, sialan, dimana sih ini orang, tulalit lagi” matanya memerah, memunculkan kekesalan yang amat sangat.

Dua hari yang lalu, perempuan itu, yang biasa dipanggil Dara memang sudah membuat janji dengan seorang laki-laki, sebut saja pacarnya. Mereka adalah pasangan yang sama-sama mencari kenikmatan diluar rumah yang bisa mereka namai penjara. Diantara mereka telah ada komitmen, mereka hanya akan senang-senang jadi tidak akan ada tindak lanjut dari hubungan mereka. Sayangnya, ia juga mendengar kabar, bahwa laki-laki itu telah insyaf, dan kembali pada istrinya, tapi ia tak percaya.

Tiga jam sudah, Dara menunggu kekasihnya, namun tak juga nampak batang hidungnya, dengan langkah lulai ia pulang. Sebuah taksi menghampirinya, matanya nanar, kekasihnya tak datang. Segala macam perkara datang mengerumuninya, ia tidak percaya kalau adegan dalam film dan sinetron – sinetron yang pernah ia lihat, tadi malam ia alami, hidup penuh dengan kepura-puraan.

“ Dara sayang, kamu kok sekarang kelihatan kurus sih, kamu sakit ya”, kata laki-laki yang setahun ini telah menjadikan ia berubah status, dari seorang gadis menjadi seorang istri. Istri yang kelelahan. Dulu Dara adalah seorang istri yang setia, namun kesetiannya hancur karena ia mengetahui bahwa suaminya telah selingkuh, hatinya berontak. Permata yang ia jaga selama tujuh bulan ini telah menjadi keping-keping. Tapi ia tidak berani bersuara, meskipun ia telah berkonsultasi dengan beberapa LSM, namun ia tidak juga menemukan ketenangan. Mulutnya bisu, hatinya memaki, sayang, suaminya tak pernah mendengar makian istrinya itu. Akhirnya ia memutuskan untuk berkelana dengan seorang laki – laki lain, yah, sudah dua bulan ini.

“ Nggak papa kok, aku baik-baik aja, tumben jam segini kamu sudah pulang, nggak ada acara apa?”

“ Oh, aku memang sengaja mengambil cuti malam, untuk bisa seneng-seneng sama kamu, aku kangen.”

Hati Dara berdegup kencang mendengar ucapan suaminya, yang ia anggap sebagai seorang monster, entah mengapa sejak ia punya kekasih, ia selalu enggan melakukan hubungan suami istri dengan lelaki yang berperut buncit itu, jiwanya goncang. Tapi ia tidak tahu, bagaimana cara ia menolaknya. Malampun berangsut kelabu, sekelabu hati perempuan itu yang terengah-engah dalam pendakian yang tak diinginkannya.

***

Pagi ini matahari terlalu dini menyapa bumi, gumpalan air yang menggelinding di sela-sela daun dengan cepat mengering, beberapa unggas berlari menghangatkan tubuh mereka. Padahal sebenarnya orang-orang masih ingin menghabiskan waktunya di ranjang bersama suami dan istri mereka.

Adalah hebat, pikir Siti yang selama ini tak pernah adu mulut dengan suaminya, sayangnya semalam ia harus menerima hadiah besar dari suaminya, bukan tamparan ataupun tendangan. Tetapi yang ini lebih menyakitkan, sekitar pukul dua belas malam Budi pulang ke rumah dengan penuh hati-hati, suara sepatunya tak terdengar sedikitpun, Siti tertidur pulas di depan TV, tapi matanya mulai melebar ketika ada rangsangan yang datang dari telinganya. Ia mendengar seperti ada orang yang sedang bekerja dan penuh kelelahan, seorang perempuan, yah perempuan yang mengerang-erang karena kelelahan. Siti mencari sumber suara itu,antara percaya dan tidak ia tersadar bahwa suara itu datang dari kamar kecilnya yang ada di rumah bagian belakang.

***

Siti membuka matanya, ia mendapati suaminya telah ada di bibir kasurnya, kepalanya mencoba mengingat apa yang telah terjadi barusan. Belum juga ia menemukan jawabannya, air matanya telah menetes membasahi bantal putihnya. Teriakan Budi dan perempuan itu kamudian terdengar nyaring “ ugh, Dara ayo …lagi..lagi”

“Akh, maass….aku…akgh”.

***

“Apa itu setia, cinta tak butuh setia, aku muak dengan kata itu”, ucap Siti yang akhirnya kini dikagumi oleh banyak laki-laki karena kehebatannya menaklukkan semua mata keranjang itu. Malam-malam ia lalui dengan semangat yang merajang, sel-sel tubuhnya tak pernah berhenti meneriaki, “Biadab suamiku, akupun bisa menjadi lebih biadab.”

Hidupnya berubah, penuh dengan kebebasan, sangat bebas. Kelembutannya sebagai seorang istri telah hancur, ia tak lagi perduli dengan semua mata yang dulu pernah mengaguminya, dan kini tak sudi meliriknya. Baginya, ketika wanita telah begitu banyak berkorban pada suaminya dengan modal rasa setia, dan ternyata suaminya telah mengkhianatinya, maka saat itu juga telah hancur makhluk yang bernama wanita. Meskipun suaminya kini telah mengabdikan diri sepenuhnya untuk istrinya, namun hati Siti terlalu mulia untuk dinistakan, maka kehancuranpun tak mampu lagi terbendungkan.

***

Berita Duka

HARI INI KAMI BERDUKA

Mawar_biru_7242006102801am_rose3

Hari ini kami berduka,

Sebab rengekan tangis yang lama terindu

Tinggal semu

Ayunan kayu di halaman rumah kami

Tak bergoyang, menunduk, pilu sungguh

Hari ini kami berduka

Sebab dua ratus delapan puluh hari

Terasa begitu lama, namun tak jua terdengar manja

Hari ini kami berduka

Sebab mata kecil dan mulut mungil

Menggenangkan perih

Terkujur kaku di rahim yang ingin terpanggil ibu

Kami kelu, tak ada lagi saksi di pemilu

Di rerimbun angin luruh menerpa

Menggulas rasa,

Karena hari ini kami berduka


Yogya, 2004