Sabtu, 02 Agustus 2008

MENERBITKAN BUKU SENDIRI


Pengalaman saya bekerja di sebuah perusahaan pemasaran buku, sedikit banyak memberikan wawasan mengenai dunia penulisan, penerbitan hingga bagaimana buku tersebut dipasarkan.
Anda suka menulis?
Jangan biarkan tulisan anda menjamur di berbagai tumpukan kertas yang anda print, atau tersimpan rapi di folder komputer anda. Berbagilah ilmu apa saja yang anda tulis tersebut ke khalayak yang tentunya membutuhkan hasil goresan anda tersebut. Jika anda tidak tertarik mengirimkan naskah anda ke sebuah penerbitan. Kenapa tidak mencoba membuat penerbitan sendiri? Indi label maksudnya..

Pasar buku sangat bebas. Seiring dengan adanya kebebasan pers di tahun 1998, maka saat itu pula penerbit-penerbit baru mulai menjamur di setiap kota. Para penerbit seperti diberikan nafas segar untuk berekspresi menerbitkan bukunya. Sebut saja, Yogyakarta, kota ini termasuk kota yang sangat banyak memiliki penerbit-penerbit baru. Jangan membayangkan bahwa sebuah penerbitan yang ada di kota gudeg ini adalah penerbitan yang besar dan berskala nasional, dengan memiliki banyak karyawan dan sistem manajemen yang rapi.
Penerbitan di Yogya lebih sering disebut sebagai penerbit 'kost-kostan'. Hanya dengan memiliki satu keahlian saja, setiap orang bisa mendadak menjadi seorang direktur penerbitan. Misalnya, memiliki kemampuan menulis saja, meng-edit naskah saja, me layout naskah saja, mencetak buku saja dan lain sebagainya.
Kembali ke permasalahan semula, jika anda ingin tulisan anda diterbitkan sendiri, maka langkah-langkah berikut dapat anda lakukan.

Siapkan naskah anda

Persiapan disini meliputi:
a. Teks
b. Masukkan ke proses editing : jika anda merasa mampu menjadi editor sendiri. Hal itu bisa jadi alternatif
c. Setelah selesai editing, masuk ke lay out. Yakni penyettingan. Anda tentunya membutuhkan orang yang memiliki skill khusus untuk me-lay out naskah anda sehingga naskah anda bisa terlihat rapi, penataan tempat dan gambar yang tepat dll. Sehingga naskah anda sudah siap cetak.
d. Ijin ISBN. Agar buku anda bisa terpasarkan secara maksimal ke seeluruh pasar nasional, amka anda harus mendaftarkan perusahaan dan judul buku-buku yang akan anda terbitkan ke Perpustakaan Nasional yang berada di Salemba, Jakarta. Caranya mudah. Berikut langkah-langkahnya:

• mengisi formulir pendaftaran
• membuat surat pernyataan dan pengajuan daftar buku yang ingin didaftarkan. Dengan stempel penerbitan anda.
• Membayar Rp. 25.000, untuk setiap judulnya. Jika anda membutuhkan ISBN yang lengkap dengan barcode_nya maka anda membayar Rp.60.000
• Lampirkan halaman judul, kredit title dan kata pengantar dari judul yang akan anda terbitkan.
• Dalam waktu yang tidak lama ( bisa ditunggu) anda akan mendapat no seri ISBN tersebut. Ingat bahwa saat ini hampir semua toko buku Group seperti Gramedia, Gunung Agung, Toga mas, Kharisma, Kurnia Agung Dll, mewajibkan semua buku yang masuk buku ke toko mereka harus memiliki no ISBN.
Jika anda berada di luar kota ( di luar Jakarta), maka anda bisa mengirimkan surat permohonan tersebut lewat surat ataupun Faxc. Jangan lupa untuk konfirmasi dengan bagian ISBN, supaya bisa segera diproses.

e. Desain Cover
Desain cover memilki peran yang cukup penting. Karena tullah pilihlajh designer yang tepat dengan tema yang akan anda angkat dalam buku anda.
f. Masukkan ke percetakan. Pilihlah percetakan yang memiliki kualitas yang bagus dan murah.
g. Buku anda telah siap diterbitkan.

Tentukan Harga

Setelah buku anda selesai di cetak. Pastikan bahwa buku anda juga telah di rapping, agar buku anda lebih awet dalam pendistribusian di pasar. Sebagai seorang penulis yang berjalan ke dunia bisnis maka cost & benefit harus anda perhitungkan juga. Karena itu mulaialh anda menentukan harga buku anda. Penentuan harga ini sepenuhnya milik penerbit. Perhitungan secara gharis besar akan saya bantu demikian :
a. Harga naskah
b. Biaya edit,layout dan design cover
c. Biaya cetak (kertas dan ongkos cetak termasuk rapping)
d. Biaya promosi ( iklan, bedah buku dll)
e. Pemberian diskon ke distributor buku atau toko buku.
Biasanya dengan menghitung dan mempertimbangkan biaya naskah, pracetak, promosi dan produksi tersebut di atas penerbit akan mengalikan keseluruhan biaya yang dikeluarkan tersebut menjadi harga yang akan digunakan untuk menjual buku tersebut. Misal, biaya produksi buku @ Rp. 7.000. maka penerbit akan menjual buku tersebut dengan harga Rp.7.000 X 4 = Rp. 28.000. Ini hanya perhitungan kasar, keputusan tetap berada di tangan penerbit, dengan mempertimbangkan:

a. Apakah tema yang anda angkat itu memiliki nilai yang tinggi?
b. Bagaimanakah packaging buku anda?
c. Sasaran pembaca buku anda
d. Diskon yang diberikan ke distributor ataupun toko buku
e. Perhatikan "psikologi harga" (sering-seringlah ke toko buku untuk membandingkan harga buku-buku di pasaran, hal itu bisa jadi referensi )

Pilihlah Distributor Yang Tepat

Jika anda seorang penerbit pemula dengan jumlah produksi buku di bawah 10 eksemplar setiap bulannya. Maka saya sarankan anda untuk memilih distributor sebgai partner bisnis anda. Karena dalam jangka pendek, distributor akan mampu membantu memasarkan buku anda, sehingga anda tidak perlu mengeluarkan tenaga dan cost untuk memasarkan buku anda tersebut. Pilihlah distributor yang tepat, berikut saya beri tipsnya:
a. Memiliki visi dan misi yang jelas
b. Memasarkan buku secara nasional
c. Memiliki sistem kinerja yang jelas dan transparan, baik itu dengan sisitem konsinyasi (penitipan), credit returnable, cretit putus, maupun beli putus
d. Memiliki struktur organisasi yang jelas. Meliputi pimpinan, manager, supervisor, sales, chekker dll.
e. Mampu memberikan sistem pelaporan dan pembayaran penjualan buku dengan transparan,jelas dan tepat waktu
f. Tidak hanya mendistribusikan, tetapi juga menjualkan.
Lepas dari semua itu, jika anda bekerjasama dengan distributor yang telah anda tentukan, maka buatlah MOU ( perjanjian kerja sama ) antara kedua belah pihak, sehingga d belakang hari tidak ada yang merasa dirugikan.
Buku anda telah dipasarkan, bantulah mengontrol pemasaran tersebut. Dan lakukan evaluasi dari hasil yang anda peroleh.

Dari seluruh poin yang sampaikan di atas, dapat ditarik benag merah bahwa untuk menjadi seorang penerbit, poin terpenting adalah:
1. Niat & Kemauan
2. Skill
3. Modal
Mudah bukan??, siapaun anda bisa menjadi penerbit, karena penerbitan saat ini telah menjadi home industri.
Berbicara mengenai bisnis penerbitan, supaya buku anda disukai pasar, saya memiliki beberapa tips.
1. Tema yang menarik
2. Pemilihan judul yang 'surprise'
3. Packaging yang berkualitas. Mulai dari desain cover,ukuran buku (jangan terlalu kecil dan terlalu besar), dan pemilihan kertas (usahakan menggunakan kertas HVS).
4. Memiliki selling poin ( tidak pasaran). Jika bisa, anda justru yang menjadi trendsetter.
Hampir setiap hari selalu ada buku baru, karena itu pastikan bahwa buku anda mampu bersaing di pasar sehingga bisa menjadi buku yang "BEST SELLER"

Jumat, 01 Agustus 2008

Karenamu

Sempat kubuka hatiku...
menyambut hadirnya cintamu
dari rapuhnya
luka yang lalu..
yang berlalu

cintamu menenangkan
jiwaku trasa terbang
di luar dugaku...
di luar sangkaku...
semua hanya permainanmu

Reff:
kau hancurkan aku tak selayaknya
kau sakiti aku tak semestinya
seolah cinta, ternyata dusta
ku kecewa, ku terluka
karenamu...

Gajah Vs Nyamuk


Takutkah anda pada GAJAH??


ketika anda mendengar kata gajah, apa yang terbayang pada benak anda?, kalau saya boleh menebak. maka yang anda pikirkan adalah Besar, berbelalai panjang dan mungkin juga merek sebuah Sarung.


yah.. gajah adalah seekor binatang yang seringkali disimbolkan sebagai sesuatu yang besar, kuat dan tangguh. Tapi, apakah gajah menggigit? Pernahkah anda mendengar orang mati karena digigit gajah?

sayangnya hal tersebut jarang sekali kita dengar, yang terjadi justru orang mati karena digigit NYAMUK. Hah?? nyamuk?, benar sekali, makhluk kecil tersebut justru yang ditakuti oleh jutaan umat manusia karena mampu menjadi media yang SADIS, mampu membunuh manusia lewat demam berdarah, malaria, dll.


Apa sebenarnya yang ingin saya sampaikan adalah bahwa kita sebagai manusia seringkali terkotak pada permasalahan yang serba big (baca: besar), kita lupa bahwa banyak hal kecil di sekeliling kita yang justru terkadang membuat kita jatuh.

Misalnya saja, anda ingin pergi ke Kaliurang, sayangnya jalan di kota tersebut tidak begitu baik. banyak batu-batu dan kerikil yang menghalangi perjalanan anda. Maka anda berpikir bahwa yang harus dilakukan adalah membuang batu=batu besar tersebut supaya jalan anda menjadi mulus. tanpa berpikir bahwa justru kerikil yang tajam itu yang bisa membuat anda terpeleset.

sama halnya dengan kehidupan kita, dalam dunia bisnis misalnya. Kita seringkali berpikir, menyusun strategi bagaimana caranya menyingkirkan pesaing-pesaing besar kita. Tanpa melihat bahwa pesaing kecil di sekitar kita justru yang akan membuat kita jauh.

Karena itu, marilah kita mencoba untuk peka terhadap hal-hal di sekitar kita. Mulai dari hal yang kecil sekalipun.

Sebab, Gajah tidak menggigit bukan??



tulisan ini bersumber dari bukunya Mario Teguh

Mimpilah!!!


Awalilah Dari Sebuah MIMPI


kenapa mimpi??
hampir setiap orang memiliki kemampuan untuk berimajinasi, bermimpi dan berhasrat terhadap kehidupannya. Sebuah rancangan-rancangan besar tersusun begitu rapi di otak mereka. Pernahkah terlintas di pikiran anda bahwa ini adalah langkah awal seseorang bisa meraih sebuah kesuksesan?


Dengan kemampuan bermimpi kita yang luar biasa itu, maka sebenarnya kita telah menyetting diri kita menjadi seperti yang kita mau. Oleh karena itu hati-hati dengan pola pikir anda yang seringkali negatif. percaya atau tidak, bahwa kita akan menjadi seperti yang kita pikirkan, kita imajinasikan dan kita mimpikan.


Mimpilah yang indah!


Misalnya saja, anda bermimpi untuk menjadi seorang Manager di sebuah perusahaan provider yang besar. Berikan keyakinan pada mimpi anda tersebut. bayangkan anda seolah-olah telah menjadi seorang manager di perusahaan yang anda maksud. Bayangkan blazer yang anda kenakan, parfum wangi anda, sepatu dan bunyi langkah anda, desain ruangan anda yang menarik, mobil dan sopir anda yang siap mengantar anda kemanapun anda mau. Bayangkan semua itu menjadi sesuatu yang NYATA.


Penting bagi anda untuk menulis mimpi anda tersebut, jika perlu sampaikan pada sahabat anda. Dengan demikian, seluruh kekuatan mikroskosmos dan makrokosmos akan mendorong anda untuk melakukan banyak hal supaya mimpi anda terwujud.

Misalnya saja, karena kemauan anda yang begitu kuat, maka anda berani melakukan (aksi) untuk mencapai tujuan tersebut, antara lain :

  • melakukan persiapan, yakni belajar, perkuat ilmu tentang ilmu manajemen, banyak mengikuti seminar, baca buku.

  • perkuat networking

  • melakukan banyak terobosan sehingga oppourtunity bisa datang pada anda.
  • Menjauhkan mimpi indah anda, itu berarti anda menutup pintu keberhasilan yang sebenarnya bisa anda raih. Nah, Selamat BERMIMPI

About Public Relation

Pernahkah anda berfikir untuk menjadi seorang PR???
apa sebenarnya PR itu?, baik saya akan berbagi pengetahuan tentang PR, semoga bermanfaat.

Pengertian Public Relation

Penggunaan istilah PR sudah tidak asing lagi bagi masyarakat pada umumnya dan dunia kerja pada khususnya. PR yang merupakan singkatan dari Public Relation adalah sebuah profesi yang dimaksudkan untuk melakukan hubungan dengan pihak luar guna membangun image yang baik. Setiap lembaga atau organisasi tentunya membutuhkan seseorang yang mampu menjadi penghubung antara perusahaannya dengan pihak luar.

Fungsi Public Relation
Dilihat dari segi hubungannya dengan pihak lain, fungsi PR dibagi menjadi dua yakni fungsi internal dan fungsi eksternal. Secara internal, PR berfungsi sebagai ujung tombak lembaga/ organisasi dalam membantu pimpinan puncak untuk mencapai tujuan agat tidak terjadi kesalahpahaman (miss comunication) yang mungkin timbul karena adanya rentang kendali manajemen yang terlalu luas/jauh.
Sedangkan secara eksternal, PR berfungsi membantu pimpinan puncak dalam mencapai ujuan akhir dari suatu lembaga, usaha, dan kegiatan. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan kemampuan suatu organisasi sehingga perlu adanya pendelegasian wewenang, khususnya untuk menangani hal-hal yang berkaitan dengan pihak luar lembaga atau organisasi yang dimaksud
Seorang PR merupakan miniatur (hiasan) dari sebuah lembaga atau perusahaan yang diwakilinya. Oleh karena itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang PR. Antara lain adalah :

Performance
Seorang PR harus memiliki performance yang APIK TENAN, yakni :
Aku harus bisa mengatasi
Penampilan ramah, sopan dan bersahaja
Indah dalam mngemas suatu kegiatan
Komunikasi lancar dan mudah dimengerti
Tahu banyak hal
Enak dalam bergaul
Nampak menarik
Andalan bagi organisasi
Nampil dalam setiap acara


Seorang PR memiliki tanggung jawab moral. antara lain:
  1. Harus mampu menciptakan suasana yang kondusif dalam melakukan kegiatan operasional lembaga/perusahaan yang diwakilinya.
  2. Harus mampu membina hubungan baik dengan mitra internal maupun eksternal perusahaan.
  3. Memiliki networking yang luas
  4. Harus mampu memberikan citra baik tantang lembaga atau perusahaan yang diwakilinya melalui pembawaan citra dirinya yang positif.
  5. Harus memberikan kontribusi nyata terhadap lembaga/perusahaan yang diwakilinya.


Etika Tampil di depan Publik
Bagaimanakah etika seorang PR ketika tampil di depan publik?
Ketika tampil di depan publik, seorang PR tentunya harus membawa dirinya sebagai miniatur prusahaan yang senantiasa bercitra diri yang positif. Sebagai upaya untuk mempersiapkan diri bisa tampil yang baik di depan publik antara lain adalah :
a. Bangun kepercayaan diri
b. Bangun hubungan baik dengan orang lain
c. Bangun opini dengan citra diri positif
Selain itu seorang PR juga diharapkan mampu menghindari beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan ketika tampil di depan publik, hal ini berkaitan dengan gaya dan penampilan yang tidak menunjukkan citra diri yang positif.


Membangun Ekspresi Berbicara
Berbicara merupakan sarana komunikasi yang sangat penting bagi seorang PR. Melalui sarana ini seorang PR akan mampu menjaga hubungan yang baik dengan lembaga atau perusahaan lain. Oleh karena itu membangun ekspresi ketika berbicara menjadi sebuah hal yang cukup bernilai dalam dunia PR.
Aspek yang harus diketahui dan dikuasai oleh seorang PR dalam kaitannya dengan sarana berkomunikasi ini antara lain adalah:
Berbicara yang santun
Memperhatikan SGPCE, singkatan dari Sikap, Gaya berbicara, Penampilan,Cara memandang dan Emosi.


Etika Perilaku Seorang PR
Mengemas etika PR menjadi sangat menarik, indah dan mempesona adalah tugas dari seorang PR. Ia harus mampu mewujudkan perilaku yang yang mempunyai keindahan, kenyamanan dan keharmonisan dalam setiap pergaulan sehingga kesan positif terhadap lembaga yang diwakilinya dapat dirasakan oleh publik.
Membangun Citra Diri
Melalui PR, kita akan mampu menunjukkan pada publik tentang diri kita, lembaga kita, organisasi kita sebagai upaya menjaga hubungan baik. Hal tersebut dijembatani oleh public relation sebagai seni mengatur sikap dan perilaku serta pola pikir dan budaya, sangat penting untuk kita gunakan sebagai sarana membangun kesuksesan kita. Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membangun citra diri yang positif anatara lain adalah:
Membangun hubungan baik dengan publik
Memberikan kesiapan untuk bekerja sama
Memberikan bantuan dengan ikhlas dan wajar
Membangun komunikasi efektif
Membangun keharmonisan

Poin yang cukup penting yang harus dibangun dalam citra diri adalah nama baik,layanan,pengalaman, harga diri dan kehormatan.
Membangun citra diri dapat dilakukan dari berbagai segi, antara lain dari kebiasaan berbuat positif di lingkungan sekitar kita, melalui pembentukan sikap, melalui perilaku APIK TENAN, membangun melalui budaya dan integritas, melalui profesionalisme, dan melalui budaya silaturahmi


Mengetahui Tentang Keprotokolan
Seorang PR yang berkualitas harus memiliki wawasan yang luas dan tahu banyak hal, termasuk di dalamnya adalah wawasan mengenai keprotokolan. Misalnya saja pengetahuan tantang posisi duduk VIP, menjemput tamu VIP, dan etika mendamping VIP.


Sikap Profesionalisme
Tips menjadi seorang PR yang profesional adalah menguasai empat unsur yang antara lain:
Trust, yakni membangun kepercayaan kepada publik
Integritas, yakni memiliki kemampuan dan wawasan yang luas
Personality, yakni memiliki kepribadian yang menarik
Solution, yakni mampu memberikan solusi bagi siapa saja.

Dari penjabaran mengenai Public Relation di atas dapat diambil kesimpulan mengenai bagaimana menjadi seorang PR yang profesional. Pada dasarnya seorang PR sebelum terjun ke dunia publik, maka yang harus dilakukan adalah membangun diri sendiri terlebih dahulu kemudian membangun kompetensi dan membangun orang lain. Seorang PR yang berkualitas harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi publik sehingga kesan positif yang ia tinggalkan senantiasa bernaung dalam memori publik.

Menjadi PR Berkualitas

PR = SDM UNGGUL

Sumber Daya Manusia yang Unggul adalah sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam kehidupan ini sangat dibutuhkan SDM yang unggul, pengertian unggul di sini bukan hanya terpatok pada kemampuan intelegensinya akan tetapi juga diperkuat oleh unsur pengendalian emosi dan nilai-nilai spiritual. Seorang pribadi yang unggul dimulai dengan pola pikirnya yang berkualitas. Ia memiliki visi, misi, isi, aksi dan melakukan evaluasi. Dalam profesi public relation, SDM yang unggul merupakan modal awal yang sangat peting untuk menjadi PR yang berkualitas.
Selain yang telah disebutkan di poin pertama mengenai ulasan menjadi public relation yang berkualitas, maka yang perlu oleh seorang PR adalah jiwa kepemimpinan. Dalam sebuah organisasi, lembaga atau perusahaan PR dapat diartikan fungsi manajemen yang mengelola komunikasi dalam rangka menjembatani kepentingan organisasi dengan kepentingan beragam publik untuk mencapai tujuan pengertian bersama (mutual understanding), meningkatkan pemahaman, membangun ketertarikan, dan menumbuhkan simpati publik Oleh karena itu kemampuan mengatur,mempengaruhi dan mengelolala diri sendiri serta orang lain juga harus dimiliki oleh seorang PR. Karena pada kenyataannya, profesi PR memang sangatlah kompleks.
Kemampuan memimpin atau leadership sangat dibutuhkan untuk menjadi PR yang berkualitas.

LEADERSHIP
L : Layanan yang memuaskan
E : Etika yang baik dalam sikap, gaya dan komunikasi
A : Anggun dalam berpenampilan
D : Dedikasi yang tinggi terhadap lembaga/organisasi yang diwakilinya
E : Emotional Quotiens yang kuat
R : Ramah dan Rapi
S : Spiritual yang tinggi
H : Hubungan yang baik dengan publik
I : Ide kreatif
P : Pemimpin yang berkualitas
Modal awal apakah yang harus dimiliki oleh seorang PR?
Untuk menjadi seorang PR, kita harus memiliki beberapa kemampuan dasar. Sebagaimana diketahui bahwa PR citraan dari lembaga yang diwakilinya sehingga mampu memeberikan trust/ kepeecayaan kepada publik, maka seorang PR yang berkualitas juga harus memiliki Integrity. Hal ini dimungkinkan untuk memperkuat keberadaan dari PR itu sendiri. Oleh karena itu PR harus menguasai IPTEK.

IPTEK

Ilmu tentang PR dan teknologi
Planning dan rencana kerja yang jelas
Tahu product knowledge
Evaluatif
Kritis


Modal awal yang harus dimiliki oleh seorang PR antar lain adalah :
Memiliki pengetahuan tentang teori publik relation. Sehingga ia tahu betul mengenai seluk beluk dunia ke-PR-an, hal tersebut diharapkan agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai peran dari PR itu sendiri. Selain itu ia juga memiliki penegtahuan tentang teknologi. Tentu saja, seorang PR harus jauh dari kata GAPTEK. Karena seorang PR adalah seorang yang penuh inovasi, kreatif dan mengikuti perkembangan teknologi. Jika sudah ada email, kenapa hapa harus dengan Fax?. Semua tentunya teap dalam koridor efektif dan efisien.
Memiliki planning atau perencanaan kerja. Seorang PR tentunya memiliki program-program kerja untuk menunjang keberhasilan dari visi dan misi lembaga atau perusahaan yang diwakilinya. Hal tersebut harus dibuat perancangan terlebih dahulu.
Tahu Product Knowledge. Sangat menggelikan jika kita sebagai seorang PR dari perusahaan tertentu tidak banyak tahu tentang produk atau jasa yang kita tawarkan pada publik. Oleh karena itu seorang PR harus memiliki pengatuhaun tentang priduct knowledge secara mendetail. Karena pada dasarnya salah satu peran PR adalah menjual dan mempromosikan suatu barang atau jasa dari perusahaan yang diwakilinya. Dalah hal ini PR juga berperan sebgai seorang marketing.
Memiliki kemampuan mengeavaluasi dari segala bentuk proses dan hasil dari setiap peristiwa atau pekerjaan. Ia juga harus berpikir untuk hasil yang lebih di kemudian hari. Kemampuan menganalisa sangan dibutuhkan dalam hal ini.
Seorang PR juga harus krtitis terhadap suatu issue. Sebab seorang PR merupakan ujung tombak dari sebuah lembaga atau perusahaan yang diwakilinya. Itu artinya, setiap kejadian dalam perusahaan tersebut PR lah orang pertama yang harus tahu.
Dari uraian di atas, jelaslah bahwa seorang PR tidak hanya sebuah hiasan yang mampu beramah-tamah, tersenyum manis, berkomunikasi yang baik, memiliki sikap dan gaya penampilan yang menarik, akan tetapi seorang PR harus memiliki kualitas, yang antara lain juga didukung oleh kemampuan LEADERHIP dan penguasaan IPTEK.
tulisan ini hanya sebagian kecil dari aspek yang harus dimiliki oleh seorang PR...

akhirnya..

Wuihh…
Akhirnya hari ini ujian di skul kepribadian terlewati juga, udah semalem ngerjain tugasnya dari jam 3 pagi sampe mata pada berair semua hiks…
Tapi, alhamdulilllah semua lancar meski telat juga sih masuk skulnya..
Lumayan menyenangkan aku skul di Kapilawastu ( nama skul kepribadian di kotaku), yah setidaknya aku dapat kemantapan diri, tambah komunitas baru, tambah PEDE, tambah apa aja deh..,
Apa aja sih yang aku pelajari di skul kepribadian seperti itu?
Aku ngambil program Public Relation, jadi ilmu yang aku dapet adalah:

  1. About PR, siapa…apa…and fungsinya gtu..
  2. Etika menjadi seorang PR, dari performance,gaya bicara, penampilan, citra diri
  3. Ilmu yang harus dikuasai oleh seorang PR, seperti membuat press release, banner, berkomunikasi dengan publik

dan muasih banyak yang lain, ini hal yang baru buatku...

yah setidaknya ada hal-hal positif yang aku dapat dari skul kepribadian ini...